Minggu, 14 Maret 2010

Kenapa Coklat Putih Tidak Mencair?


Yuuuh...dah lama nggak ngepost disini ya. He3. Baru inget lagi pas main-main ke kumpulblogger. Dari hasil ngudek-ngudek file foodbuzz, ketemu soal permen coklat. Jadi inget pas kemaren bikin coklat, n jadi inget juga coklat-coklat handmade yang lagi marak dijual di swalayan...

Dears,
Saya mengakui sekali ya, kalau coklat itu masakan yang betul-betul tricky banget cara masaknya. Selama ini saya baru berani masak coklat yang plain ajah, artinya cuman dicairin, trus cetak deh. wqwqwq, paling tambahannya, kacang, atau buah-buah kering. Why it's so tricky??


1. Coklat tidak bisa dicairkan sembarangan ya...jangan coba-coba mencairkan coklat masak DI DALAM AIR! meskipun itu susu cair. Pokoknya yang ada kandungan airnya deh. Coklatnya nggak akan beku sepanjang masa, dan rasanya...hohoho...you will ruin that sweet delicious chocolate.

2. Coklat dicairkan dengan cara di-Tim. Dan jangan sampai kepanasan. Ada suhu tertentu dalam mencairkan coklat. Baca box-nya yaa..kalau sampai kepanasan, "penampakan" coklat setelah dicetak bakal burem, dan nggak cantik. Dengan suhu panas yang tepat, coklat akan terlihat mengkilap dan sedaap, he3.

Nah, sepertinya niih ya, tiap-tiap tipe coklat ada suhunya masing-masing dalam pencairan (makin tricky aja kan). Guess what?? I learn this in a hard way. Waktu kemaren bikin coklat (coklat susu dan coklat putih), coklat susu bisa dibuat dengan suksesnya, tapi coklat putih? Mencair pun tidak!! Giaaaa...walhasil, satu bar gede coklat putih gagal total.

Apa pengaruh merek ya?? he3 soalnya dulu nggak begitu-begitu amat, memang agak susah cairnya, tapi tetap bisa mencair. Sedih banget deh kemaren, Hiks...So, akhirnya browsing mencari solusi dan jawaban. Eh dapet nih dari NCC

Beberapa kemungkinan.
1) Suhu terlalu panas. Untuk mencairkan coklat hanya butuh suhu 40°C, artinya, hanya 3 derajat lebih panas dari suhu badan kita.
2) Cincangan coklat tepercik air sebelum cair benar
3) Coklat sudah lama (walaupun belum kadaluarsa).

Cara mencairkan coklat:
1) Cincang agak kecil, letakkan di wadah stainless steel atau panci teflon kecil (panci A)
2) Siapkan air untuk mengetim, bisa menggunakan panci dadar yang besar atau wajan yang ada sisi datarnya (panci B).
3) Nyalakan kompor, api sedang atau besar. Tunggui, jangan ditinggal.
4) Begitu muncul gelembung pertama di dasar wajan, matikan kompor. Air jangan sampai terlalu mengeluarkan banyak uap. Catatan: bisa juga menggunakan termometer.
5) Letakkan panci A di atas panci B. Aduk2 sedikit, sekedar meratakan coklat. Catatan: jangan berambisi coklat langsung cair pada tahap ini, apalagi sampai menyalakan kompor lagi. Tinggal saja selama 5 menit supaya tidak terasa lama.
6) Setelah 5 menit, aduk lagi. Jika sudah cukup banyak coklat yang mencair (sekitar 80%), angkat panci A dan terus aduk2 sehingga semua coklat mencair.
7) Jika coklat kembali membeku, ulangi dari langkah 3 / 4.

3. butuh cetakan yang tepat. Ini dia satu lagi. Kenapa ya cari cetakan coklat itu susah buangeettttsss...coklat butuh cetakan yang bentuknya lucu (persepsi saya saja, he3), tidak kaku (lentur) dengan permukaan halus. Jadi kilap-nya coklat bisa lebih maksimal. Satu lagi, kalau lagi cetak coklat, saya nggak pernah sekalipun pakai mentega or minyak supaya coklat nggak lengket. Coklat memang tidak lengket kok. Kan sudah ada kandungan lemaknya di dalam coklat.

Humm...itu dulu kali yaa sedikit hasil pencerahan dari buat coklat kemaren. Semoga membantu...

Go Chocolate

Artikel Terkait



2 komentar:

  1. ow.. gitu toh. saya kira coklat putih emang ga mencair. good posting. nanti kalo saya mo belajar masak, mampir lagi ke mari deh :)

    BalasHapus
  2. tengkyu.. tadinya sudah males aja bikin apapun pk white choc. tapii sekarang ... yaa jadi pengen nyoba lagi :)

    BalasHapus