Minggu, 29 Agustus 2010

Dim Sum

Siapa tak kenal Dim Sum? Kalau di Indonesia kita sering mengaitkannya dengan somay. Walaupun sebetulnya, dim sum tidak melulu somay. Dim sum sendiri adalah makanan khas Kanton, RRC. Biasanya dim sum disajikan dalam porsi kecil di dalam pengukus bambu atau di atas piring kecil.

Awalnya dim sum disajikan di kedai teh untuk para pedagang jalur sutra yang sedang beristirahat. Dim sum baru hadir ketika diketahui bahwa teh memiliki khasiat baik untuk pencernaan. Sehingga pemilik kedai mulai menyajikan dim sum sebagai teman minum teh dan pelepas lelah. Teh yang populer untuk menemani dim sum biasanya adalah Pu-erh tea, Chrysanthemum tea, Green tea, Oolong tea, atau teh aroma.


Dim sum tradisional biasanya terdiri dari berbagai macam bakpao, dumpling (kue bola), ataupun sejenis lumpia. Isian dim sum tradisional bervariasi mulai dari ayam, sapi, daging babi, udang ataupun sayur-sayuran.
Dim sum juga bisa terdiri dari variasi sup dan bubur. Cara memasaknya pun tidak hanya dikukus, tapi juga bisa digoreng, maupun dipanggang.

Macam-macam dim sum:

Gao (Dumpling/kue bola)
Gao dibuat dengan membungkus isian dengan kulit yang dibuat dari tepung beras atau tepung terigu. Kalau di Indonesia semacam kulit pangsit namun lebih tipis lagi. Ada beberapa jenis Gao.

  • Har Gao (Shrimp Dumpling) - Dumpling kukus dengan isian udang cincang.
  • Fun Gao (Chiu-chao style dumpling) - Dumpling khas prefektur Chaozhou. Isiannya terdiri dari kacang, lokio, bawang putih, daging babi, ebi, dan jamur. Dibungkus dengan kulit dari tepung ketan dan disajikan bersama minyak cabai.
  • Jiaozi - Isiannya daging dan kol, dikukus, kemudian digoreng.
  • Shaomai - Bahasa Indonesianya Somay. Isiannya biasanya daging babi, atau udang dengan sedikit topping telur kepiting atau jamur.
Bau (Bakpao)
Bakpao bisa dimasak dengan cara dikukus maupun dipanggang. Dibuat dari tepung terigu dengan isian daging, sayur, ataupun pasta kacang.
  • Char siu baau - Isiannya barbecue daging babi. Bisa di kukus maupun dipanggang.
  • Shanghai Steamed Buns - Bakpao khas Shanghai dengan isian daging atau seafood serta kaldu. 
Rice Noodle Roll
Mi lebar yang dibuat dari tepung beras, dikukus, kemudian digulung. Bisa diberi isian bisa juga tidak. Kadang-kadang juga digoreng. Disajikan dengan kecap manis atau saus.

Phoenix Talons
Kaki ayam alias ceker. Digoreng, direbus, dan di rendam dalam bumbu saus Douchi kemudian dikukus.Warnanya saat disajikan merah gelap.

Steamed Meatball
Bola daging sapi kukus yang disajikan dengan tofu skin/kembang tahu di bawahnya.

Spare Ribs
Daging iga yang dikukus dengan saus douchi dan potongan cabai.

Lotus Leaf Rice
Nasi ketan yang dibungkus daun lotus. Isiannya kuning telur, scallop, jamur, kastanye, dan daging. Dimasak dengan dikukus.

Congee
Bubur dengan berbagai pilihan isian.

Sou
Pastry oriental.

Taro Dumpling
Dumpling talas jamur udang dan daging yang kemudian digoreng.

Crispy Fried Squid
Cumi goreng. Mirip dengan calamari. Ada juga yang mengganti cumi dengan gurita.

Rolls
Cemilan gulung dengan isi. Di Indonesia dikenal dengan lumpia.
  • Spring roll - Lumpia dengan isian berbagai macam sayur-sayuran. Bisa juga ditambah dengan daging. Digoreng, atau tidak digoreng.
  • Tofu skin roll - Lumpia dengan kulit dari kembang tahu.
Cakes
Kue yang terbuat dari lobak, talas, atau kastanye.

Chien Chang Go
Kue seribu lapis (tapi bukan lapis legit) biasanya dilengkapi dengan topping telur.

Sweets
Cemilan manis. Antara lain Egg Tart, Jin Deui (onde-onde), Douhua (puding tahu/kembang tahu), Puding Mangga, dan lain-lain.

Dim Sum bisa dijumpai hampir dimana-mana. Anda bisa ke Oenpao, Din Tai Fung Restaurant, Platinum, atau tempat lainnya. Karena kebanyakan dim sum tradisional menggunakan daging babi, untuk yang Muslim, sebaiknya lihat-lihat dulu ya kalau ingin menyantap dimsum. Pastikanlah dimsum Anda halal. Selamat makan. ^_^

Artikel Terkait



1 komentar: