Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 April 2021

Late Post: Sate Klathak Pak JeDe Khas Jejeran - Sate Klathak Enak di dalam Kota Yogyakarta

Ini late post banget sih. Maafkan yah. Lagi lihat-lihat foto lama, terus nemu foto makanan sate klathak Pak JeDe ini. Pas googling, syukurnya warungnya masih ada dan kayaknya makin berkembang. Jadi, walaupun ini late review, tidak masalah kali yah kalau kami tetap review sekarang.

Kami makan di tempat makan Sate Klathak Pak JeDe ini pas liburan ke Jogja tahun 2018. Waktu itu kita light vacation banget, ngga ada nyewa mobil buat jalan-jalan jauh. Pengennya juga memang cuman wisata kulineran yang deket-deket aja. Nah, salah satu kulineran yang pengen kami makan itu sate klathak. Nah, cuman kan kalau yang terkenal gitu kayak Pak Pong atau Pak Bari kan jauh ya di Bantul, sedangkan kami menginapnya di dalam kota di daerah Sleman. Terus biasanya bukanya malam, sedangkan kami karena ngga ada kendaraan, agak terbatas kalau pergi malam. Sudah ada gocar sih, tapi secara liburannya berkonsep light and cheap, alias budget terbatas, males juga ngeluarin budget gede-gede buat pergi jauh. Jadi googling-googling deh, siapa tahu ada sate klathak yang di dalam kota aja dan buka siang hari. Ternyata ada! Sate Klathak Pak JeDe inilah jawabannya!

Lokasi yang kita datangi ini di Jl. Nologaten 46, Depok, Sleman, Yogyakarta. Agak gambling sih waktu itu, soalnya kan yang terkenal kan jauh-jauh ya. Sate Klathak yang pernah kami makan juga dulu jauh banget, ya di Imogiri, Bantul sana. Tahun 2018 itu juga kayaknya belum banyak deh reviewnya, tapi positif semua sih reviewnya. Jadi kami sih berangkat aja. Ini dia menu yang kami pesan.


Kami memesan sate klathaknya 3 porsi, 1 porsinya isi 2 tusuk. Kami juga memesan kicik, alias tongseng kering. Oh iya, itu kuah gulainya dikasih juga ya. Ternyata rasanya...Yes! Enaak. Walaupun kayaknya waktu itu ngga seempuk yang kami pengen, tapi rasanya enak. Ngga nyesel sih kesini. Berhasil mengobati kangen kami sama sate klathak. Kicik ini rekomendasi dari review-review, katanya enak, dan emang enak banget, manis. Sate Klathak Pak JeDe ini recommended buat teman-teman yang tidak bisa atau tidak pengen jauh-jauh buat nyobain sate klathak. Kalau harga, kami tidak tahu juga harga sekarang berapa persisnya yah, tapi dulu sih kayaknya juga ga mahal kok. Standar aja.

Nah, untuk memudahkan, kami memberikan petanya juga yah di bawah ini. Semoga bisa memudahkan teman-teman yang ingin kulineran ke sana.

Jumat, 27 Desember 2019

Warung Makan Kaki Lima Seadanya - Nyari Oseng Mercon yang Pedasnya Mantap? Disini Tempatnya

Berawal dari jaman kuliah, terus kembali lagi setelah bertahun-tahun lulus kuliah. Untungnya tempat makan kaki lima ini ternyata masih ada. Tempat makan kaki lima tendaan ini terkenal dengan makanannya yang pedas-pedas. Pedasnya itu bukan pedas yang main-main, tapi pedas bukan maiinn. Bisa bikin orang nangis. Semoga aja sekarang masih ada ya tempat makannya.

Warung makan Seadanya ini lokasinya persis di depan pom bensin sagan. Di jl. Prof. Herman Yohanes, Sagan. Di warung inilah pertama kali kami kenalan sama yang namanya oseng mercon. Waktu itu sih di tahun 2005-2006 belom ada yang bisa ngalahin oseng mercon di warung ini. Tapi, kalau sekarang sih yah, sudah banyak tandingannya.

Awal 2018 kami ke sini lagi, buat nostalgia. Kangen juga sama oseng merconnya Jogja kan yah.


Sayang sangat di sayangkan, oseng merconnya banyak berubah. Jangan salah, rasanya tetap enak dan pedasnya mantap banget. Tapi yah, seperti teman-teman lihat di fotonya, daging tetelannya kecil-kecil banget, lebih banyak kuahnya. Kalau dulu ya isinya full tetelan dan daging, pedasnya mantap rasanya pun enak. Manis pedas yang bikin nagih. Kalau sekarang, rasa dan pedasnya masih sama, tapi daging tetelannya minim. Hiks....

Sayangnya, kita ngga nyobain menu lain di sini. Tapi setau kami sih menu lainnya sama kok enak-enak. Mereka juga punya sambal yang pedasnya mantap.

Kapan-kapan kalau ada kesempatan, silahkan teman-teman mampir ya ke warung makan Seadanya ini. Kalau ada cerita silahkan komentar di kolom komen di bawah yah.

Buat yang mau ke sana, ini kita share lokasi google maps-nya yah. Oiya, seperti kebanyakan kaki lima lain, warung makan ini hanya buka malam yah.





Rabu, 03 Oktober 2018

Gudeg Sagan, Gudeg yang Cocok Untuk Semua

Zaman dulu Gudeg Sagan ini buka, saya ngga kepikiran sama sekali untuk mencoba. Karena konon kabarnya, gudegnya tipe gudeg basah, sedangkan saya adalah penggemar gudeg kering yang manis. Waktu pun berlalu, saya pindah dari Yogyakarta dan pulang ke Jakarta. Lalu, awal 2018 kemarin, akhirnya jalan-jalan lagi ke Jogja dan menginap di daerah Sagan. Akhirnya, bisa nyicipin juga gudeg yang satu ini.

Gudeg Sagan ini sudah lama jadi rekomendasi gudeg buat para pelancong yang ke Jogja. Dulu, saya inget banget, gudeg ini ngampar di tangga sebuah ruko, dan dari dulu memang sudah ramai sih. Tapi sekarang, Gudeg Sagan sudah punya restoran sendiri yang besar, dan istimewanya, masih di lokasi yang sama.



Akhirnya, saya mencoba juga gudeg yang satu ini, dan ternyata...ngga nyesel bangeet. Gudeg Sagan ini memang tipe gudeg basah. Tapi jangan salah, manis legitnya si gudeg masih terasa, tapi enaknya, tidak terlalu manis. Jadi, buat teman-teman yang ngga suka gudeg yang manis, masih bisa banget makan gudeg ini. Kreceknya pun pedas, apalagi kalau ditambah potongan rawit, wuihh sedap sekali. Ayamnya pun ukurannya oke. Satu porsi gudeg ini bener-bener bikin puas dan kenyang.

Sekarang, Gudeg Sagan ini sudah buka cabang juga di Jakarta, lebih tepatnya di daerah Ciranjang. Saya memang belom sempat nyobain ke sana sih ya, tapi kalau lihat review-nya di Zomato, kayaknya ya sama-sama enak. Hanya saja, sepertinya harganya sudah menyesuaikan dengan Jakarta (mahal katanya, wqwqwqwq). Kalau ada kesempatan, kita akan cobain juga Gudeg Sagan yang di Jakarta ini.

Selamat makan-makan semua ^o^

Senin, 16 Februari 2015

Los Churroo: Donat Spanyol Murah Meriah Yang Oke Banget

Kita sebelumnya sudah pernah nih review salah satu cafe yang menyediakan menu donat spanyol ini. Sudah pernah posting resepnya juga. Nah, buat yang lebih suka cemilan on the go dan pengen nyobain si donat spanyol ini bisa cobain kios churro yang namanya Los Churroo.

Ada satu kios Los Churroo yang paling sering kita datengin karena memang paling dekat aja. Tapi menurut twitternya Los Churroo kios mereka ada di dua alamat ini:

Jl. Warung Buncit (Depan Halte Busway Jatipadang) - Kalau dari arah Cilandak ada di sebelah kiri setelah lampu merah. Jakarta.

dan

Jl. Tanjung Barat (Depan stasiun Tanjung Barat). Jakarta.

Los Churroo yang di warung buncit ini kios kecil aja. Jadi buat drive thru aja. Beli terus langsung ciao jalan lagi. Ngga ada tempat buat duduk-duduk. Parkir kalau buat motor masih oke, Kalau mobil kita saranin jangan lama-lama, hehehehe.

Nah, ini dia penampakan churros-nya






Ukurannya besar, dua churros saja sudah bisa bikin kenyang. Tapi dua saja mana cukup, hahahaha. Selain ukurannya yang oke, churros ini juga ada isinya. Kita bisa memilih mau yang isian coklat atau vanilla. Favorit kita sampai saat ini masih yang vanilla. Tidak lupa, churrosnya juga ditaburin sama campuran gula dan bubuk kayu manis (cinnamon). Kalau misalnya tidak terlalu suka cinnamon bisa juga bubuk kayu manisnya tidak dipakai.

Rasanya manis, renyah di luar, dan legit. Isian vanilla dan cokelat di dalamnya juga enak. Pas banget lah ini untuk jadi cemilan rame-rame atau cemilan buat temen minum teh.

Soal harga? Sampai terakhir kali kita beli, sebelum postingan ini ditulis, harganya masih Rp5000,-/pcs. Murah khaannn?

Kalau buat kita churros ini oke banget kalau lagi pengen churros tapi ngga pengen ngerogoh kocek dalem-dalem buat nongkrong di cafe. Atau kalau lagi buru-buru, atau kalau lagi sekedar pengen ngemil.

Selamat kulineran yaaa \(^o^)/

Sabtu, 18 Januari 2014

Review Churreria: Menikmati Donat Spanyol Yang Simpel Tapi Yummy

Kemarin kita sempet posting Resep Churros, yang belum sempet cek, monggo di cek aja dulu. He3.

Cemilan enak ini masih belum banyak di sini, di Jakarta pun belum banyak banget. Restoran atau cafe yang menyajikan menu churros pun masih tergolong eksklusif dan hanya tersedia di tempat-tempat tertentu. Nah untuk yang mau icip-icip churros gaya cafe bisa mencobanya di tempat yang satu ini, namanya Churreria.

Churreria yang kita datengin tepatnya yang di cabang Grand Indonesia. Alamat lengkapnya Grand Indonesia lantai UG Blok 3A Jl. MH Thamrin No.1 Jakarta. Kalau penampakan dari depan sih kayaknya cafe kecil yah. Tapi, berdasarkan review dari teman-teman yang lain, kayaknya seating area-nya masih luas ke dalam. Berhubung waktu itu kita lagi buru-buru kita cuman take away aja churrosnya. Jadi kita nggak sempat lihat sampai ke dalam. Mungkin di kesempatan berikutnya akan mencoba dine in kali ya. Tempatnya sih kayaknya lumayan cozy kok buat nongkrong-nongkrong.

Seperti namanya, Churreria spesialnya di menu churrosnya dengan aneka dipping. Ada juga churros yang disajikan dalam berbagai menu serta aneka cake. Kita pesen yang churros classic isi 4 churros plus satu dipping sauce, harganya Rp 28.000++. Kita bisa pilih icing sugar atau cinnamon buat taburan churrosnya. Kayaknya paling pas sama cinnamon yah, churrosnya jadi wangi kayu manis dan rasanya pas ngga kemanisan. Buat dippingnya kita pilih yang dark chocolate. Oya, karena kita ngga terlalu lidah manis jadi kita memang sengaja pilih menu yang sedikit mengandung gula, he3.




Jumat, 29 November 2013

Review Sushi Ya Tebet - Nigiri Sushi Enak, Segar dan Terjangkau

Sebenarnya kita sebelumnya sudah pernah review Sushi Ya di sini. Tapi itu sudah lamaa bangeet dan Sushi Ya -nya sendiri sudah pindah lokasi. Pindahnya sih tidak jauh ya dari tempat yang lama. Bisa dibilang sangat dekat malah. Sushi Ya sekarang pindah ke dekat Comic Kafe. Alamat lengkapnya bisa cek di web Sushi Ya (www.sushiya.co.id)

Sushi Ya Tebet Raya
Jl. Tebet Raya No. 53A
Jakarta Selatan

Kalau teman-teman datang dari arah Kasablanka, jl. KH Abdullah Syafe'i, dari arah Stasiun Tebet, lurus saja sampai ketemu Dunkin terus belok kiri. Terus saja sampai mentok pertigaan belok kanan. Nah, dari situ langsung kelihatan Sushi Ya di sebelah kanan pas di pojokan pertigaan itu. Kalau naik mobil, jujur kita tidak tahu parkir yang enak dimana. Kalau naik motor, ada aja sih parkirnya, meskipun kecil ya. Kalau jalan kaki? Ya langsung masuk aja, he3.

Karena letaknya yang di pertigaan dan di kanan jalan, sering banget macet dan bikin susah belok kanan masuk ke Sushi Ya. Jadi, kita senengnya memutar dulu via Warteg Warmo supaya Sushi Ya pas di kiri jalan dan kita bisa langsung parkir.

Kalau dari eksterior, sama seperti Sushi Ya yang lama, warna dominan putih. Interiornya juga dominan putih dengan penerangan yang temaram-temaram romantis buat indoornya. Di tempat yang baru ini Sushi Ya lebih luas dari tempat yang lama, meskipun ngga bisa dibilang luas banget ya, tapi cukup enak dan lega. Di sini juga ada tempat duduk indoor dan outdoor. Buat yang mau merokok bisa ambil tempat duduk yang outdoor. Sayang, kadang masih kena "pajak" pengamen kalau kita memilih duduk di luar. Jadi sedikit tidak nyaman aja.

Nah, pas kesini, kita lagi pengen sushi yang seger-seger. Kalau sebelumnya main aman dengan pesen fushion sushi, kali ini kita pesen original nigiri sushi (udah jago nyushi ceritanya...nyahahahaha). Jatuhlah pilihan kita ke menu-menu ini: Miso Soup, Nama Sake (Salmon Nigiri), dan Maguro (Tuna Nigiri).

Nama Sake (14k, 25-11-2013)



Nigiri sushi dengan neta fillet ikan salmon segar. Salmonnya segar banget dan nikmat banget dimakan bersama dengan cocolan kecapnya. Datang dengan porsi sushi umumnya yang dua pcs sushi untuk satu porsi. Kalau dipikir-pikir, ukurannya terbilang besar lho. Soalnya kita harus mangap lumayan besar untuk berhasil makan 1 pcs sushi dalam satu kali suap. Potongan neta-nya ga tebel-tebel banget, tapi pas lah ya. Sangat bisa dinikmati.


Jumat, 18 Oktober 2013

Review: Mie Tarik Laiker

Ada yang pernah nyobain mie tarik? Kalau belum, dan kebetulan ada di dekat tempat tinggal, kita menyarankan untuk mencoba mie yang satu ini. Kali ini kita mau review khusus tentang Mie Tarik Laiker. Oya, postingan ini akan terus di update karena kita rencananya mau nyobain semua menu, dan menu-menu yang oke buat di review dan direkomendasikan akan kita masukkin juga ke posting ini. Jadi pantau terus yah. Di bookmark aja juga boleeh ^^v

Dari tempat dulu yah. Kita sudah mengunjungi dua gerai Mie Tarik Laiker, dan dua-duanya ada di area foodcourt. Jadi semacam konter kecil aja gitu. Yang pertama ada di Food Louver Grand Indonesia, Jakarta, dan yang kedua ada di Food Avenue Lotte Shopping Avenue, Jakarta. Yang menarik adalah, kalau lagi rame dan mereka lagi bikin mie-nya, kita bisa liat semacam show bikin mie tarik yang seru banget. Jadi adonan mie-nya ditarik-tarik sampai terbentuklah lembaran-lembaran mie. Sambil ngantri pesanan dan nunggu mie kita jadi kita ngga bakal bosan karena disuguhi pertunjukkan yang menarik. Untuk pemesanan kita tanggal datang ke konternya, pesan mie yang kita inginkan, dan tunggu pesanan kita jadi. Cepat kok, ngga lama nunggunya. Di konternya juga sudah disediakan aneka sambal, kecap, ada daun bawang juga. Kita bisa pakai piring saus kecil yang sudah disediakan. Terakhir tinggal bawa pesanan kita deh ke bangku dan santaap.

Masuk ke menu, kali ini kita baru akan review salah satu menu mie tariknya aja. Walaupun kita udah nyoba beberapa menunya sih. Tapi supaya lengkap, kita mau lengkapin fotonya dulu. He3.

Oya, untuk minuman, sepertinya sih standar aja ya. Air mineral, ice lemon tea, dkk. Kebetulan ngga terlalu memperhatikan kalau mereka punya minuman spesial. Nanti kita cek lagi deh ya. Untuk minuman range harganya sekitar 8000-an.

Mie Tarik Kangkung (Harga saat review ditulis; 18/10/13, Rp32.000)



Ini salah satu mie tarik yang berkuah. Pecinta kangkung mesti nyobain mie yang satu ini. Yang bikin istimewa tentu mie tariknya yang ukurannya mie-nya besar. Mie-nya tebal dan kenyal al dente. Porsinya juga besar lho. Yang ngga kuat makan banyak mungkin bakal kekenyangan. Karena kita yang kuat makan banyak aja kenyang banget. Wqwqwq.


Kamis, 01 Agustus 2013

Es Krim Turki

Pertama kali lihat video ini, lucuuu bangeet. Jadi di Turki sana, es krimnya padat banget sampe kalau kita sendokkin es krimnya ngga akan mudah jatuh, bisa dibolak balik gitu. Nah, kalau beli langsung di kaki lima-nya Turki, kita bakal menjumpai nih, pedagang yang jail tapi seru kayak gini. Ha3.

Di Jakarta juga ada es krim Turki yang bisa dicicipi di salah satu mall, tepatnya di Zahra Turkish Ice Cream, Kota Kasablanka. Sayangnya yang kurang cuman atraksinya aja, hahaa..rasa es krimnya yang original enak lhoo, dan memang lebih padat daripada es krim yang biasa. Ada juga es krim dengan berbagai macam rasa yang menurutku unik-unik yah, kayak rasa pistachio, pomegranate, almond, dan lain-lain. Buat penggemar es krim wajib banget nih dicobain.


Kamis, 25 April 2013

Video: Jamur Termahal Penuh Kontroversi

Jamur yang satu ini tentunya bukan sembarang jamur. Truffle dikenal sebagai jamur termahal di dunia. Satu kilogram bisa mencapai puluhan juta rupiah. Truffle lebih dikenal sebagai jamur khas Eropa. Black Truffle dari Perancis dan White Truffle dari Italia. Truffle hanya disajikan di restoran mewah dengan harga makanan yang fantastis. Satu porsi hidangan yang mengandung serutan black truffle (hanya diserut lhoo...) bisa berharga ratusan dolar. Sedangkan hidangan yang mengandung white truffle bisa dua tiga kali lbh mahal.

Saking mahal dan langkanya, jamur ini sampai menjadi incaran para pencuri, bahkan hingga menimbulkan mafia. Hii...Belum lagi timbulnya persaingan dari jamur truffle produksi Cina yang rasanya tentu saja berbeda jauh dengan produksi Eropa, meskipun dengan harga yang lebih murah.


Senin, 08 April 2013

Kuliner: The Steak (Tebet)

Kali ini mau review kuliner ajah. Oya, saya juga sudah bikin page khusus yang isinya daftar review kuliner di OpenRice.com. Cek di link ini yah. Apa yang sudah saya tulis di sana ngga akan saya tulis lagi di sini, dan begitu juga sebaliknya. He3.

Oke, pertama mau minta maaf dulu. Maaf kalau bikin laper. krucuukk..
Maaf juga karena ini sebenernya pengalaman kuliner yang udah lama banget. Udah setahun-an deh, dan saya juga belom ngecek lagi ke lokasi, apa tempatnya masih buka atau ngga. Gubraaks.

Nama tempatnya The Steak. Lokasinya di Jl. Tebet Barat 2 No. 31. Sebrang bengkel cucian mobil, tikungan Superindo Tebet Barat, Jakarta Selatan. Tempatnya kecil, cuman kios gitu, tapi ini setahun yang lalu yah. heuheuheu.

Kamis, 07 Februari 2013

Nyobain Baklava Yuukk...


Hai hai, mau bikin ngiler dikit. Huehehehehehe...
Ini pengalaman rasa aja sih. Ada yang udah pernah nyobain BAKLAVA?
Baklava itu sejenis kue pastry khas Turki. Terdiri dari berlapis-lapis phillo pastry yang setiap lapisannya dilapis dengan butter dan ada lapisan kacang tumbuk. Mirip kue lapis? Ngga juga sih, jauuuuhhh. ^^
Belum selesai, setelah dipanggang, baklava masih disiram dan direndam..iyah direndam saudara-saudara...dengan simple syrup khas mediterania, atau boleh juga pakai madu. Mungkin kalau bikin sendiri bisa pakai sirup vanili.
Hasilnya adalah kue yang legit, enak yummy, dan......Super Duper Muaaaniiiisss...


Rabu, 22 Desember 2010

Es Ciming Legenda Kuliner Purwakarta

Pernah dengar yang namanya Es Ciming? Es Ciming merupakan salah satu legenda kuliner di purwakarta. Es ini telah ada sejak tahun 1970, dirintis oleh Bapak Ciming yang saat ini berusia 70 tahun. Komposisi Es Ciming antara lain adalah dawet hijau, cincau hitam, serutan kelapa, kacang hijau yang sudah direbus, diberi sirup gula berwarna merah, santan kemudian diberi es serut. Hmmm..segaarr..
Es Ciming ini dijual 6 ribu rupiah per mangkuk kecil. Mau tahu dimana Es Ciming bisa didapatkan? Es Ciming ini bisa didapatkan di kedai milik Ibu Lani (Putri Bapak Ciming) di sekitar pasar jumat Jl. Jend. Sudirman No.117, Purwakarta. Buka sejak pukul 09.00 hingga pukul 21.30.


Dari banner DBC

Jumat, 10 Desember 2010

Wisata Kuliner Rujak Kangkung

Pernah dengar makanan ini? kangkung kok dirujak ya? Penasaran..??

Di kota kuningan rujak kangkung sudah tidak asing lagi rupanya. Salah satu warung yang terkenal adalah warung milik Ibu Deni asal Cibingbin. Ibu Deni sudah memiliki 17 cabang yang tersebar di kota Kuningan, Cirebon dan Indramayu. Salah satu kedainya terletak di Jl. Jalaksana tidak jauh dari Pasar Swalayan Fajar. Kedai ini dikelola oleh Intan, adik Ibu Deni. Kedai ini buka mulai pukul 07.00-19.00 WIB. Satu porsi rujak kangkung dijual hanya Rp 2.500. Harganya yang murah dan enak membuat banyak pengunjung datang dan membeli rujak kangkung khas Kedai Ibu Deni. Tak heran jika sehari 2 karung kangkung segar habis terjual. Pembuatan rujak kangkung ini sangat sederhana. Kangkung segar diseduh dalam air mendidih kira-kira 1-2 menit hingga sedikit layu, tetapi tetap segar dan renyah. Setelah itu kangkung diletakkan di atas piring yang dialasi daun pisang dan diberi sesendok sambal. Nah, sambal inilah yang bikin pelanggan ketagihan dan datang lagi ke Kedai Ibu Deni. Bahkan ada pengunjung yang hanya membeli sambal saja. Sambal dijual dengan harga Rp 25.000 per liter.


Dari banner DBC

Jumat, 17 September 2010

Berburu Nasi Goreng Kambing

Karena lagi kangen sama nasi goreng kambing, marilah kita liat nasi goreng-nasi goreng kambing yang bertebaran di seluruh Indonesia. He3. Buat yang mau nambahin rekomendasi tempat makan nasgor kambing yang ciamik, boleh banget lho. Tulis komentar aja di bawah ya. Kalau mau di link ke web juga boleh lho, tapi tukeran link ya ^^. Ho3. Yup, ayo kita mulai.

Inilah nasgor-nasgor kambing yang patut diburu:

Jamur Ya Jejamuran

Tahukah anda kalau jamur memiliki banyak sekali manfaat
Manfaatnya antara lain adalah :

  • Dapat merunkan berat badan, jamur memiliki kandungan air dan serat yang tinggi, kalori dan lemak yang rendah. Cocok sekali dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalankan diet. Baik diet untuk menurunkan berat badan, diet kolesterol, dan hipertensi.
  • Dapat membantu menurunkan tekanan darah dan risiko stroke karena jamur mengandung kalium yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari pisang (jamur potabella). Bagus banget dikonsumsi untuk penderita hipertensi atau jantung.

Senin, 30 Agustus 2010

Shabu-Shabu

Shabu-Shabu adalah makanan khas Jepang yang disajikan ala hot pot. Shabu Shabu merupakan jenis sajian yang dimasak sendiri dengan menyiapkan kompor kecil di atas meja, dan di atas kompor disiapkan panci berisi kaldu mendidih. Pelengkapnya biasanya potongan tipis daging, seafood, berbagai sayur-sayuran, dan kadang-kadang mi.


Minggu, 29 Agustus 2010

Dim Sum

Siapa tak kenal Dim Sum? Kalau di Indonesia kita sering mengaitkannya dengan somay. Walaupun sebetulnya, dim sum tidak melulu somay. Dim sum sendiri adalah makanan khas Kanton, RRC. Biasanya dim sum disajikan dalam porsi kecil di dalam pengukus bambu atau di atas piring kecil.

Awalnya dim sum disajikan di kedai teh untuk para pedagang jalur sutra yang sedang beristirahat. Dim sum baru hadir ketika diketahui bahwa teh memiliki khasiat baik untuk pencernaan. Sehingga pemilik kedai mulai menyajikan dim sum sebagai teman minum teh dan pelepas lelah. Teh yang populer untuk menemani dim sum biasanya adalah Pu-erh tea, Chrysanthemum tea, Green tea, Oolong tea, atau teh aroma.


Sabtu, 28 Agustus 2010

Ragusa Es Italia


Nama Resto: Ragusa Es Italia
Alamat: Jl. Veteran I No.10, Gambir, Jakarta
Kisaran Harga: 8000-57.000 IDR

Sabtu, 14 Agustus 2010

Brongkos VS Pecel

Sasaran Kulineran kali ini adalah Yogyakarta, selain sebagai kota pelajar, pusat budaya, Yogyakarta juga terkenal dengan berbagai makanan dan masakan yang bikin penasaran untuk dicoba.

Sebagai pembuka, mampir dulu nih di RM Handayani Yogyakarta. Pemilik warung ini adalah ibu Tri Suparmi. Warung ini sudah dirintis oleh kedua orangtuanya bapak Adiyo Utomo dan ibu Sardiyem sejak tahun 1960an, hmm..sudah lama ya..

Kamis, 12 Agustus 2010

Sushi Tei

Yeaaay, its sushi tiime. Mau review restoran sushi yang kemarin sempat dikunjungi. Sebetulnya sih, kemarin hanya mengunjungi sahabat yang kebetulan bawa teman dan temannya belum makan malam. Karena saya sudah makan, jadi saya cuman nemenin j. Kebetulannya lagi, mereka memang niat makan di Sushi Tei. Upps belom pernah makan nih. Tapi penasaran. So..saya ikut icip-icip deh.

Karena mereka tahu saya belum pernah makan sushi, jadi dipilihlah menu-menu pemula. Jadi kalau saya mau icip-icip ga kaget karena makan makanan mentah. he3. Menu pertama yang dicicip California Roll.